
Dari Dana Desa ke Gizi Anak: Evaluasi Dampak BLT di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penerimaan BLT Dana Desa dan aspek gizi anak, khususnya praktik pemberian ASI dan MPASI, pada rumah tangga di Indonesia. Data yang digunakan berasal dari Susenas KOR Maret 2022, Susenas KOR Maret 2023, dan PODES 2021, dengan pendekatan ekonometrika probit dan instrumental variable (IV). Variabel instrumen yang digunakan adalah Rumah Tangga Miskin dan total bencana, yang diasumsikan relevan terhadap penerimaan BLT, namun tidak berhubungan langsung dengan praktik gizi anak. Hasil estimasi dengan model probit menunjukkan bahwa penerimaan BLT Dana Desa tidak berpengaruh signifikan terhadap praktik pemberian ASI maupun MPASI, ceteris paribus. Namun, hasil yang berbeda ditemukan pada model IV yang mengatasi permasalahan endogenitas. Dengan pendekatan IV-Probit, penerimaan BLT Dana Desa terbukti berpengaruh signifikan terhadap pemberian MPASI, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap praktik pemberian ASI, ceteris paribus. Secara kuantitatif, BLT Dana Desa meningkatkan rata-rata probabilitas anak menerima MPASI sebesar 9,38 poin persentase dibandingkan dengan anak dari keluarga yang tidak menerima BLT. Temuan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan faktor endogenitas dalam evaluasi program sosial.