
Mampukah GenAI Memuaskan Kebutuhan Profesi Auditor?
Dewasa ini, ketertarikan riset teoritis untuk menguak kebermanfaatan Generative Artificial Intelligence (GAI) sebagai alat pendukung manajemen pengetahuan telah meningkat. Akan tetapi penelitian secara empiris masih terbatas, menunjukkan adanya theory-practical gap. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pemanfaatan GAI dalam proses manajemen pengetahuan secara empiris oleh auditor yang mengarah pada kepuasan dan keberlanjutan penggunaan. Selain itu, penelitian juga mengangkat isu kontemporer mengenai efektivitas GAI yang dipengaruhi oleh kualitas prompt pengguna-nya, sehingga penelitian ini juga menganalisis bagaimana kualitas prompt yang digunakan dapat mempengaruhi persepsi kebermanfaatan auditor. Untuk itu, studi multi-kasus dilakukan pada dua Big 4 dan satu perusahaan audit non Big 4. Data kemudian dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis dengan kerangka expectation confirmation model. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar auditor akan terus menggunakan GAI untuk memfasilitasi manajemen pengetahuan karena kepuasan dari konfirmasi ekspektasi dan kebermanfaatan teknologi terutama pada penciptaan dan aplikasi pengetahuan. Akan tetapi, sebagian lainnya menunjukkan tekanan teknologi sebagai motivasi continuance intention. Juga ditemukan bahwa kualitas prompt berkorelasi secara positif dengan persepsi kebermanfaatan yang dimoderasi oleh tingkat kompleksitas dari tugas yang diberikan kepada GAI. Temuan dalam penelitian ini memiliki implikasi penting bagi auditor dan perusahaan audit mengenai pemanfaatan nyata GAI untuk manajemen pengetahuan serta pentingnya kualitas prompt untuk menghasilkan keluaran yang bermanfaat.