
Air dan Sanitasi Berkualitas serta Risiko Diare Anak di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh air minum dan sanitasi berkualitas pada prevalensi diare anak usia lima tahun di Indonesia dengan menggunakan data pooled cross-section IDHS tahun 2012 dan 2017 yang digabung dengan data Susenas 2015 dan 2017. Dengan menggunakan regresi logistik yang dilengkapi dengan model clustered, hasilnya menunjukkan bahwa kualitas air minum signifikan menurunkan kemungkinan diare anak balita dalam model regresi logistik bivariat, namun menjadi tidak signifikan setelah dimasukkan ke dalam model regresi logistik multivariat pada model klaster. Hal ini diduga karena variasi praktik pengolahan air dan potensi kontaminasi akibat praktik kebersihan yang tidak higienis. Sanitasi yang berkualitas signifikan menurunkan kemungkinan diare anak di seluruh model. Peran ibu terbukti penting, tercermin dalam otonomi ibu sebagai pembuat keputusan kesehatan anak, pendidikan ibu, usia ibu, dan pemberian ASI, dan kunjungan pada fasilitas kesehatan. Implikasi kebijakan tidak cukup hanya dengan meningkatkan jangkauan akses fisik ke layanan air dan sanitasi berkualitas, melainkan juga edukasi mengenai pengolahan air minum serta praktik kebersihan di rumah tangga.