
Evaluasi Dampak Kebijakan KBK pada Performa Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama/Puskesmas
Sobat FEB, dalam episode Research Series 2.0 kali ini kita membahas salah satu reformasi besar dalam sistem kerja Puskesmas di Indonesia yaitu Kapitasi Berbasis Komitmen (KBK). Kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan primer melalui insentif berbasis kinerja. Namun, sejauh mana kebijakan ini berhasil mendorong perubahan perilaku di puskesmas? Apakah target-target yang ditetapkan realistis untuk dicapai?
Bersama saya Novat Pugo Sambodo, peneliti dan dosen dari FEB UGM, Research Series 2.0 menelusuri hasil riset berjudul “Effects of Performance-Based Capitation Payment on the Use of Public Primary Health Care Services in Indonesia.” Riset ini menganalisis kabupaten/kota level data di Indonesia (300 kabupaten/kota) dan mengevaluasi dampak KBK terhadap kunjungan puskesmas, perawatan penyakit kronis, serta rujukan non-spesialistik ke rumah sakit.
Temuan ini memberikan gambaran penting mengenai efektivitas insentif finansial dalam sektor kesehatan, sekaligus menunjukkan tantangan kapasitas yang masih dihadapi Puskesmas di berbagai daerah. Bagaimana menurut Sobat FEB, apakah pendekatan berbasis insentif seperti KBK merupakan jalan terbaik untuk memperbaiki layanan kesehatan primer?