
Sustainability di ASEAN: Apakah kinerja ESG mengurangi pengambilan risiko perusahaan?
Penelitian ini mengkaji pengaruh kinerja ESG terhadap pengambilan risiko perusahaan berbasis akuntansi dan berbasis pasar, serta peran moderasi kepemilikan institusional. Sampel penelitian merupakan perusahaan nonkeuangan terdaftar di ASEAN-5 (Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina) pada tahun 2018 hingga 2024, dengan 990 observasi. Temuan menunjukkan bahwa kinerja ESG berhubungan negatif dengan pengambilan risiko perusahaan. Perusahaan dengan kinerja ESG yang lebih tinggi cenderung mengurangi pengambilan risiko perusahaan dan menunjukkan volatilitas laba serta return yang lebih rendah. Namun, dampak negatif kinerja ESG terhadap pengambilan risiko perusahaan melemah ketika perusahaan memiliki tingkat kepemilikan institusional yang tinggi. Dalam kondisi kepemilikan institusional yang rendah, kinerja LST berperan sebagai sumber informasi dan mekanisme transparansi untuk menekan pengambilan risiko perusahaan. Namun, pada tingkat kepemilikan institusional yang tinggi, fungsi pengawasan sudah efektif dalam menurunkan asimetri informasi dan mendorong pengambilan risiko strategis jangka panjang, sehingga melemahkan pengaruh negatif LST terhadap pengambilan risiko perusahaan. Temuan dari ASEAN sebagai ekonomi berkembang yang penting menawarkan implikasi terkait efektivitas kinerja LST di pasar dengan tata kelola perusahaan yang relatif lemah. Menyoroti dampak investasi berkelanjutan terhadap perilaku pengambilan risiko perusahaan dalam konteks regional.